Pangan Rembuk Tani Lampung Dorong Swasembada Nasional
- account_circle chandra prasetya
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- visibility 22
- print Cetak

Pangan jadi fokus Rembuk Tani di Lampung Selatan
Lampung Selatan,INFO JATI AGUNG.COM— Pemerintah pusat dan daerah memperkuat komitmen sektor pangan melalui kegiatan Rembuk Tani di Lapangan Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Pejabat pusat dan daerah hadir dalam rembuk tani
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam kegiatan tersebut. Selain itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, serta Dirut PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi juga menghadiri acara bersama para petani.
Komitmen pemerintah capai swasembada pangan
Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada pangan nasional.
Ia juga menekankan peningkatan kesejahteraan petani melalui perbaikan distribusi pupuk dan kebijakan harga gabah.
Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menaruh keberpihakan yang tulus kepada petani.
Pemerintah meningkatkan alokasi pupuk nasional dari 6 juta ton menjadi 9,5 juta ton untuk memastikan ketersediaan tepat waktu.
Distribusi pupuk dan produksi meningkat
Menurutnya, kebijakan tersebut mendorong peningkatan produktivitas sektor pangan.
Petani kini memperoleh pupuk sebelum masa tanam, sementara serapan pupuk meningkat hampir 50 persen.
Selain itu, produksi beras naik sekitar 8 persen dari 30 juta ton menjadi 32,4 juta ton.
“Pada tahun 2025, kita berhasil mencapai surplus produksi sekitar 4,2 juta ton. Artinya, kita sudah tidak lagi bergantung pada impor beras. Ini adalah langkah awal menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kebijakan harga gabah lindungi petani
Selanjutnya, pemerintah menetapkan kebijakan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram tanpa potongan kualitas. Kebijakan ini menggantikan aturan sebelumnya yang menetapkan harga Rp6.000 per kilogram dengan syarat kadar air tertentu.
“Pemerintah memastikan pupuk tersedia tepat waktu. Selain itu, kami juga menetapkan kebijakan harga gabah di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram tanpa potongan kadar air yang memberatkan. Petani tidak boleh dirugikan karena merekalah ujung tombak pangan nasional,” ujar Zulkifli Hasan.
Koperasi desa dorong ekonomi pangan
Kemudian, pemerintah memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai pusat ekosistem ekonomi desa. Program ini bertujuan memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak serta mendukung stabilitas sektor pangan.
“Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Jika harga gabah di pasar anjlok, koperasi akan membeli hasil panen petani. Selain itu, kami sediakan fasilitas pinjaman dengan bunga rendah sebesar 6 persen melalui BRILink, serta dukungan alat mesin pertanian seperti truk, hand tractor, dan bentor,” jelasnya.
Pemprov Lampung dukung program pangan nasional
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan komitmen mendukung program pangan nasional.
Pemprov Lampung siap bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam menjaga ketersediaan pupuk, stabilitas harga gabah, serta penguatan kelembagaan petani.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah optimistis target swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Selain itu, sektor pertanian diharapkan menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.(Chandra Prasetya)
- Penulis: chandra prasetya



