Pengeroyokan Massa di Expo Tanjung Bintang Berujung Jalur Hukum
- account_circle Erix Firmansyah
- calendar_month Senin, 27 Apr 2026
- visibility 36
- print Cetak

Tuduhan Palsu Pencurian Motor Picu Aksi Main Hakim Sendiri
Lampung Selatan, INFO JATI AGUNG.COM — Kasus pengeroyokan massa menimpa seorang pria bernama Solehudin Bin Mursi saat mengunjungi area Pasar Malam Pameran Expo 2026, Tanjung Bintang, Lampung Selatan.
Peristiwa tragis tersebut berlangsung pada Minggu (25/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB akibat provokasi tuduhan pencurian sepeda motor yang tidak terbukti.
Meskipun korban hanya berniat menumpang duduk untuk melepas lelah, seorang oknum juru parkir justru meneriakinya sebagai pencuri. Akibatnya, sekitar tujuh orang pelaku langsung melakukan penganiayaan secara membabi buta terhadap warga Merbau Mataram tersebut.
Korban Alami Luka Parah dan Muntah Darah
Solehudin memberikan keterangan bahwa para pelaku langsung memukul wajah serta menendang badannya tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu.
Padahal, sepeda motor yang ia duduki merupakan kendaraan miliknya sendiri yang baru saja ia beli satu minggu sebelumnya.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban menderita luka lebam serius di bagian wajah hingga mengalami muntah darah. Selain itu, aksi kekerasan ini sempat terekam kamera warga dan menjadi viral di media sosial Facebook setelah akun Yulia Vransastya mengunggahnya ke publik.
Laporan Resmi ke Polsek Tanjung Bintang
Tidak terima atas penganiayaan dan pencemaran nama baik, Solehudin resmi menempuh jalur hukum dengan melaporkan insiden ini ke Polsek Tanjung Bintang. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor STBPL/B-606/IV/2026/SPKT/SEK TJ. BINTANG/POLRES LAMSEL/POLDA LAMPUNG.

Surat Tanda Bukti Penerimaan Laporan (STBPL) yang dikeluarkan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Bintang, Polres Lampung Selatan.
Korban secara tegas menyatakan menolak segala bentuk upaya damai dari pihak manapun karena ingin memulihkan nama baiknya.
Oleh karena itu, ia meminta pihak kepolisian segera menangkap ketujuh pelaku yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri tersebut.
“Saya tidak mau damai. Banyak fitnah di media sosial yang menyebut seolah saya benar-benar ingin mencuri. Saya ingin nama baik saya pulih,” tegas Solehudin.
Baca juga : Klarifikasi SDN 1 Sidoharjo: Pihak Sekolah Tak Pernah Tuduh Santri
Polisi Selidiki Identitas Tujuh Pelaku Pengeroyokan
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap identitas para pelaku yang terekam dalam video amatir tersebut.
Selanjutnya, aparat akan memanggil sejumlah saksi di lokasi kejadian untuk memperkuat bukti-bukti penganiayaan.
Masyarakat berharap agar kasus pengeroyokan ini segera tuntas sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah hukum Lampung Selatan.
Keberhasilan polisi dalam menangkap pelaku akan menjadi bukti nyata penegakan keadilan bagi warga yang menjadi korban salah sasaran. (Erix Firmansyah)
- Penulis: Erix Firmansyah

