Bullying : Sosialisasi Anti Bullying Edukasi Siswa SD IT
- account_circle Erix Firmansyah
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

Polda Lampung Beri Edukasi Pencegahan Perundungan di Jati Agung
Lampung Selatan, INFO JATI AGUNG.COM – Bullying menjadi fokus utama dalam sosialisasi anti perundungan yang berlangsung di SD IT Ar-Rahman, Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dini kepada para siswa guna mencegah tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Melalui materi yang tepat, pihak penyelenggara berharap para pelajar mampu memahami dampak buruk dari perilaku bullying terhadap mental maupun fisik rekan sejawat mereka.
Peran Polda Lampung dalam Edukasi Bullying
Polda Lampung menerjunkan personelnya secara langsung untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying di sekolah. Narasumber menjelaskan secara detail bahwa tindakan tersebut mencakup kekerasan verbal, fisik, hingga perundungan di dunia digital.
Selain itu, petugas kepolisian menekankan bahwa setiap tindakan bullying memiliki konsekuensi hukum dan sosial yang serius. Para siswa menyimak setiap poin pemaparan dengan sangat fokus karena berkaitan erat dengan interaksi harian mereka.
Penegasan IPDA Hadi Purnomo Tentang Pencegahan
Kanit 3 Subdit Kamneg Dit Intelkam Polda Lampung, IPDA Hadi Purnomo, S.H, menegaskan pentingnya menumbuhkan rasa empati antar sesama siswa. Ia mendorong setiap individu untuk berani menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada tindakan bullying.
“Anak-anak harus berani mengatakan tidak pada bullying dan saling menghargai satu sama lain,” ujarnya dengan tegas di hadapan peserta sosialisasi.
Oleh karena itu, kesadaran personal menjadi kunci utama dalam menciptakan sekolah yang aman.
Komitmen Sekolah Menciptakan Lingkungan Tanpa Bullying
Pihak SD IT Ar-Rahman memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif kepolisian dalam memberantas bullying sejak usia dini. Kepala sekolah dan dewan guru berkomitmen memperketat pengawasan serta membina karakter siswa melalui contoh sikap yang positif.
Selanjutnya, tenaga pendidik aktif memantau aktivitas siswa di jam istirahat guna memastikan tidak ada ruang bagi praktik bullying. Sinergi antara sekolah dan kepolisian ini bertujuan mewujudkan atmosfer belajar yang harmonis dan menyenangkan.
Antusiasme Siswa dalam Sesi Tanya Jawab
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan interaktif. Mereka tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga belajar cara melaporkan kejadian bullying jika melihatnya secara langsung.
Sementara itu, Polda Lampung berjanji akan terus mendampingi institusi pendidikan dalam program edukasi berkelanjutan. Upaya kolektif ini diharapkan mampu menekan angka kasus bullying di wilayah Lampung Selatan secara signifikan dan permanen. (Erix Firmansyah)
- Penulis: Erix Firmansyah



