Klarifikasi SDN 1 Sidoharjo: Pihak Sekolah Tak Pernah Tuduh Santri
- account_circle Erix Firmansyah
- calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
- visibility 13
- print Cetak

Kepala Sekolah Tegaskan Tidak Ada Bukti Perusakan Kaca Oleh Pihak Tertentu
Lampung Selatan, INFO JATI AGUNG.COM — Pihak SDN 1 Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait polemik dugaan perusakan kaca sekolah yang sempat memicu narasi publik.
Kepala SDN 1 Sidoharjo, Enny Kurniasih, menegaskan bahwa sekolah tidak pernah melayangkan tuduhan kepada siapa pun, termasuk para santri pondok pesantren.
“Kita nggak tahu ya, sekolah kan sampai siang. Besoknya kita datang, kaca itu sudah bolong. Kita juga tidak melaporkan ke mana-mana, hanya ke komite,” ujarnya
Peristiwa pecahnya kaca tersebut baru diketahui saat aktivitas sekolah kembali berlangsung pada pagi hari tanpa ada saksi mata di lokasi. Selain itu, pihak sekolah memilih untuk tidak melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib karena hanya menganggapnya sebagai persoalan internal komite.
Guru Bantah Narasi Tuduhan Terhadap Santri Ponpes
Muryati, salah satu guru di SDN 1 Sidoharjo, turut memberikan klarifikasi tegas mengenai berita yang beredar sebelumnya. Ia membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya telah menunjuk santri sebagai pelaku perusakan.
“Saya klarifikasi, saya tidak pernah menuduh bahwa santri yang memecahkan kaca,”katanya
Menurut keterangannya, kondisi kaca sudah dalam keadaan bolong saat ia pertama kali membuka pintu sekolah pada pagi hari.
Oleh karena itu, Muryati merasa perlu meluruskan informasi tersebut agar tidak merugikan nama baik sekolah maupun institusi pesantren di lingkungan sekitar.
“Saya buka pintu sekolah, kaca sudah pecah. Jadi saya tidak tahu siapa yang memecahkan,” jelasnya.
Fakta Lapangan dan Perbaikan Kaca Sekolah
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak sekolah, terdapat beberapa poin utama yang harus diketahui masyarakat luas.
Pertama, tidak ada satupun saksi mata yang melihat langsung aksi perusakan tersebut saat kejadian berlangsung.
Kedua, pihak sekolah tidak mengantongi bukti fisik yang mengarah kepada oknum atau lembaga tertentu.
Saat ini, SDN 1 Sidoharjo telah memperbaiki kaca yang pecah tersebut secara mandiri sehingga fasilitas kelas sudah kembali berfungsi normal. Dengan demikian, narasi yang menyudutkan santri Ponpes Darussalamah terbukti tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Baca juga : Kecelakaan Maut Jalintim Labuhan Maringgai Tewaskan Pengendara Motor
Harapan Sekolah untuk Mengakhiri Polemik di Media
Enny Kurniasih menghimbau semua pihak agar tidak lagi membesar-besarkan masalah ini melalui media sosial maupun pemberitaan.
Ia menganggap persoalan tersebut sudah selesai secara kekeluargaan dan tidak perlu ada konflik lanjutan yang berkepanjangan.
Selain itu, Muryati juga berharap agar ketenangan lingkungan pendidikan tetap terjaga demi kenyamanan siswa dan santri saat belajar.
Selanjutnya, pihak sekolah berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar, termasuk dengan lembaga pondok pesantren terdekat.
Penyelesaian Bijak Demi Suasana Kondusif
Pihak sekolah menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara bijak dan mengedepankan prinsip kekeluargaan di lingkungan pendidikan.
Mereka lebih memprioritaskan kondisi psikologis anak didik daripada memperdebatkan kerusakan fasilitas yang sudah teratasi.
“Saya mohon, sudahlah ini dihentikan semuanya. Kalau masalah kecil dibesar-besarkan di media, itu merugikan nama baik sekolah dan pesantren,yangpenting anak-anak kita, baik santri maupun siswa, tetap baik-baik saja,” tutupnya.
Dengan selesainya klarifikasi ini, SDN 1 Sidoharjo berharap suasana di Kecamatan Jati Agung kembali kondusif dan harmonis. Hal ini menjadi kunci utama agar proses belajar mengajar tetap berjalan lancar tanpa adanya gesekan antar lembaga. (Erix Firmansyah)
- Penulis: Erix Firmansyah



