Lapangan Sri Tanjung Rusak,Ummu Hani Soroti Dampaknya
- account_circle Chandra Prasetya
- calendar_month 41 menit yang lalu
- visibility 9
- print Cetak

Lapangan Sri Tanjung Rusak dan Dikeluhkan Warga
Lampung Selatan,INFO JATI AGUNG.COM – Lapangan Sri Tanjung di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami kerusakan usai penyelenggaraan pasar malam.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari influencer Ummu Hani yang menilai kerusakan lapangan mengganggu aktivitas masyarakat dan pecinta olahraga.
Selain itu, Ummu Hani menilai kerusakan lapangan sebenarnya dapat diminimalisir apabila pihak penyelenggara dan pihak terkait melakukan pengawasan secara maksimal selama kegiatan berlangsung.
Ummu Hani Soroti Kondisi Lapangan
“Tanggapan saya setelah melihat kerusakan lapangan Sri Tanjung, miris banget jadi rusak enggak karuan padahal bisa diminimalisir kerusakannya,” ujar Ummu Hani.
Menurutnya, pihak penyelenggara dan aparatur yang memiliki kewenangan harus bertanggung jawab terhadap dampak kerusakan fasilitas umum tersebut.

Foto Dok.Postingan Facebook Yuli Gendowor : Kondisi terkini Lapangan Sri Tanjung Keacmatan Tanjung Bintang,Kabupaten Lampung Selatan ,usai penyelenggaraan pasar malam.
Ummu Hani Minta Tanggung Jawab Penyelenggara
“Yang bertanggung jawab pihak-pihak yg terlibat pastinya, terlebih lagi tanggung jawab materi dari pihak panitia penyelenggaraan & pihak Desa/Dusun yg punya kewenangan kompensasinya sesuai enggak dengan resiko kerusakan lapangan tersebut,” lanjutnya.
Selain itu, ia menilai kerusakan berdampak langsung terhadap aktivitas anak muda dan masyarakat yang rutin menggunakan fasilitas tersebut untuk olahraga.
Aktivitas Olahraga Warga Ikut Terganggu
“Yang pasti dampaknya bikin aktivitas kegiatan anak muda/pecinta olahraga terlebih lagi anak-anak bola jadi terhambat. Udah emang kejeda karena durasi penyelenggaraan event dan harus ketunda lagi karna lapangan harus recovery lagi agar layak digunakan lagi,” katanya.
Ummu Hani juga mengungkapkan bahwa warga sebelumnya pernah menyampaikan keluhan serupa saat kegiatan besar lain berlangsung di lokasi tersebut.
Warga Pernah Keluhkan Kerusakan Serupa
Ia mengatakan, warga sudah banyak mengeluhkan kerusakan parah lapangan saat penyelenggaraan pasar malam dan acara Jati Baru Expo pada masa mantan Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto.
Karena itu, ia meminta pemerintah desa lebih bijak dan objektif dalam menentukan penggunaan fasilitas umum untuk kegiatan tertentu.
Ummu Hani Minta Transparansi dan Evaluasi
“Harapan saya, pemdes harus bisa lebih bijak & objektif. Jangan mengedepankan ego sektoral karena iming-iming income dari Pasar Malam, tapi enggak memikirkan dampak setelah event tersebut,Kalau memang ada income yang masuk ke pihak pemdes, tolong dievaluasi kembali dan transparansi ke masyarakat.
Ummu Hani juga mengajak masyarakat menjaga fasilitas umum agar tetap terawat dan bisa digunakan bersama, sekaligus meminta pihak terkait melakukan evaluasi.
Ummu Hani Ajak Warga Jaga Fasilitas Umum
“Pesan saya secara realistis, meskipun kita belum bisa secara maksimal merawat/menjaga fasilitas umum di sekitar kita tapi minimal kita jangan merusak atau semau-maunya, karena itu milik bersama bukan milik pribadi,” ujarnya.
“Dan kita harus bisa hargai pihak-pihak yg sudah ber-effort merawat fasilitas umum tersebut, karena kalau fasilitas umum terawat yg senang juga masyarakat,” tambahnya.
Ummu Hani mengkhawatirkan penggunaan lapangan secara semena-mena.
Menurut Ummu Hani, pemulihan membutuhkan waktu dan biaya. Namun, ia menilai persoalan tersebut juga menyangkut dampak jangka panjang terhadap penggunaan fasilitas umum.
“Memang benar recovery dengan waktu & biaya tapi ini bukan bicara tentang materi aja, tapi dampak yang dikhawatirkan kedepannya lapangan kemungkinan akan digunakan semau-maunya oleh pihak-pihak yg punya kepentingan tanpa memikirkan impact,”tambahnya.
Minta Evaluasi dan Libatkan Masyarakat
“Kalau kita selalu bicara lapangan milik si A si B si C enggak akan ada habisnya ego sektoral seperti itu. Semoga kedepannya jika ada hal-hal yang sekiranya akan menggunakan fasilitas umum, evaluasi atau voting ke masyarakat dulu jadi enggak hanya mementingan kepentingan sepihak,” tutupnya.
- Penulis: Chandra Prasetya



