Difabel Tampil Memukau di Teater Garuda Wisnu Kencana
- account_circle chandra prasetya
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 9
- print Cetak

Difabel hadirkan pesan moral kuat dalam pementasan
Bandar Lampung,INFO JATI AGUNG.COM-Suasana haru dan penuh kekaguman menyelimuti panggung pementasan teater kabaret yang digelar Paguyuban Sahabat Difabel Lampung (Sadila).
Dalam pertunjukan bertajuk “Garuda Wisnu Kencana”, anak-anak difabel tampil memukau dengan menghadirkan kisah sarat makna yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati penonton.
Agenda tahunan bertepatan Hari Pendidikan Nasional
Pementasan ini menjadi bagian dari agenda tahunan “Teater Kabaret Sahabat” yang kini memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Selain itu, tahun ini terasa semakin istimewa karena kegiatan tersebut bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional yang identik dengan semangat inklusi dan pemerataan kesempatan bagi seluruh anak bangsa.
Kisah kolosal angkat tema keserakahan dan keadilan
Selama kurang lebih 90 menit, para difabel membawakan kisah kolosal yang diadaptasi dari legenda Nusantara. Cerita tersebut mengangkat tema keserakahan dan keadilan, yang menunjukkan bagaimana ambisi berlebihan pada akhirnya runtuh oleh kebenaran.
Alur cerita permaisuri tamak berakhir pada keadilan
Dalam alur cerita, para pemeran menampilkan sosok permaisuri yang dikuasai ketamakan hingga menghalalkan berbagai cara demi mencapai tujuan. Namun demikian, keadilan tetap menemukan jalannya.
Sadila angkat kisah legenda ke panggung seni
Ketua Pelaksana kegiatan, Shiva Ramadhani, menjelaskan bahwa pemilihan tema Garuda Wisnu Kencana dilandasi keinginan untuk terus mengangkat cerita legendaris Indonesia ke panggung seni.
“Sebelumnya kami sudah mementaskan kisah Malin Kundang, Si Pahit Lidah, hingga Suruntul dan Buaya Perompak. Tahun ini kami ingin menghadirkan konsep yang lebih besar, seperti ‘menurunkan kayangan ke bumi’,” ujarnya
Difabel sampaikan pesan integritas kepada masyarakat
Ia menuturkan, pertunjukan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sebagai sarana menyampaikan pesan moral kepada masyarakat.
“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah keadilan akan tegak dengan caranya sendiri. Kita tidak boleh serakah, karena orang yang serakah tidak akan pernah merasa cukup,” tambahnya.
Difabel buktikan kemampuan dan kreativitas
Lebih lanjut, pementasan ini menjadi ruang pembuktian bahwa difabel memiliki kemampuan, kreativitas, dan semangat yang setara dengan anak-anak pada umumnya. Sadila pun berupaya mematahkan stigma negatif yang masih melekat di masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak disabilitas itu mampu. Mereka bisa berkarya, mereka bisa tampil, dan mereka berusaha untuk sejajar dengan teman-teman non-disabilitas,” tegas Shiva.
Persiapan panjang hadapi berbagai tantangan
Di balik kesuksesan pementasan ini, tim pelaksana menjalani proses persiapan selama kurang lebih tiga bulan. Selama proses tersebut, para pelatih dan pendamping menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menjaga fokus dan stamina para disabilitas yang memiliki karakteristik berbeda.
Namun demikian, berkat kesabaran, ketelatenan, dan semangat tinggi dari para peserta, seluruh hambatan dapat teratasi dengan baik.
“Dedikasi para pendamping dan semangat anak-anak menjadi kunci utama. Semua proses akhirnya bisa berjalan dengan baik hingga hari pementasan,” jelasnya.
Difabel tuai apresiasi dan harapan berkelanjutan
Pementasan Garuda Wisnu Kencana ini tidak hanya meninggalkan kesan artistik, tetapi juga menghadirkan pesan kemanusiaan yang kuat. Tepuk tangan panjang dari penonton menjadi bukti bahwa karya para difabel mampu menyentuh hati banyak orang.
Ke depan, Sadila berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin tahunan. Selain itu, mereka juga berharap panggung teater ini dapat menjadi ruang ekspresi yang lebih luas bagi difabel untuk terus berkarya dan menunjukkan potensi terbaik.(Chandra Prasetya)
- Penulis: chandra prasetya



