Segitiga Jadi Modus Penipuan Online yang Rugikan Korban
- account_circle Chandra Prasetya
- calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
- visibility 14
- print Cetak

Segitiga Marak Digunakan Pelaku Penipuan Online
Lampung Selatan, INFO JATI AGUNG.COM — Segitiga menjadi salah satu modus penipuan online yang kini marak terjadi di marketplace, media sosial, hingga grup jual beli daring.
Pelaku memanfaatkan tiga pihak, yakni penjual asli, pembeli, dan pelaku penipuan untuk memperoleh keuntungan secara ilegal.
Pelaku menjalankan modus tersebut dengan memanfaatkan kepercayaan antara penjual dan pembeli.
Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat melakukan transaksi online.
Pelaku Gunakan Harga Murah untuk Menarik Korban
Dalam menjalankan aksinya, pelaku mencari barang dari penjual asli dengan harga normal.
Setelah itu, pelaku kembali menawarkan barang tersebut kepada calon pembeli lain dengan harga lebih murah agar cepat menarik perhatian.
Selanjutnya, pelaku meminta pembeli mentransfer uang langsung ke rekening penjual asli. Namun, pelaku memberikan informasi berbeda kepada kedua pihak agar transaksi terlihat normal.
Akibatnya, pembeli merasa sudah membayar barang yang dibeli. Sementara itu, penjual mengira transaksi berjalan aman karena menerima transfer uang dari korban.
Modus Segitiga Rugikan Pembeli dan Penjual
Pelaku kemudian mengendalikan pengiriman barang agar penjual mengirim barang ke alamat yang sudah pelaku tentukan. Setelah barang terkirim, pelaku langsung menghilang tanpa jejak.
Sebagai contoh, penjual menawarkan handphone seharga Rp3 juta. Namun, pelaku menjual kembali barang tersebut kepada korban dengan harga Rp2,5 juta agar korban tertarik.
Selanjutnya, pelaku meminta korban mentransfer uang ke rekening penjual asli. Setelah penjual menerima uang, pelaku berpura-pura menjadi pembeli dan meminta barang dikirim ke alamat tertentu.
Dalam kondisi tersebut, korban kehilangan uang dan tidak menerima barang yang dibeli.
Ciri Penipuan Online Modus Segitiga
Pelaku biasanya menawarkan harga jauh di bawah pasaran agar korban cepat mengambil keputusan. Selain itu, pelaku sering mendesak korban untuk segera melakukan pembayaran dengan alasan banyak peminat.
Selain menggunakan akun palsu dan nomor baru, pelaku juga memakai identitas berbeda saat berkomunikasi dengan penjual dan pembeli.
Tidak hanya itu, pelaku kerap meminta korban mentransfer uang ke rekening pihak lain dengan berbagai alasan, seperti rekening keluarga atau rekan kerja.
Masyarakat Perlu Tingkatkan Kewaspadaan
Untuk menghindari modus segitiga, masyarakat perlu memastikan identitas penjual sebelum melakukan transaksi. Selain itu, masyarakat juga perlu menggunakan marketplace resmi yang memiliki sistem rekening bersama.
Masyarakat juga perlu membandingkan harga barang dengan harga pasaran agar tidak mudah tergiur harga murah.
Selain itu, pembeli dapat melakukan video call atau transaksi langsung untuk memastikan keberadaan barang yang dijual.
Masyarakat juga perlu menyimpan bukti transaksi, percakapan, dan data pengiriman sebagai langkah antisipasi apabila terjadi penipuan online.(Chandra Prasetya)
- Penulis: Chandra Prasetya



