Riyas Jadi Misteri Pembunuhan Kader Fatayat NU di Lampung
- account_circle Chandra Prasetya
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- visibility 15
- print Cetak

Riyas, Pedagang Online yang Ditemukan Tewas di Kebun Jagung
Lampung Selatan,INFOJATIAGUNG.COM-Riyas Nuraini, seorang pedagang online sekaligus kader Fatayat NU asal Desa Rajabasa Lama, Kabupaten Lampung Timur, menjadi korban pembunuhan yang hingga kini belum terungkap.
Peristiwa yang terjadi pada Juli 2024 itu menyita perhatian publik karena korban ditemukan tewas dengan sejumlah luka serius, sementara penyidik masih mendalami pelaku dan motif di balik kematiannya.
Riyas Dikenal Aktif di Masyarakat
Riyas Nuraini menjalani aktivitas sehari-hari sebagai pedagang online dengan sistem cash on delivery (COD).
Selain itu, ia aktif sebagai kader Fatayat NU, organisasi perempuan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan membuat banyak warga mengenalnya.
Riyas juga menjalankan perannya sebagai ibu dan istri di tengah aktivitasnya sebagai pelaku usaha.
Korban Tidak Kunjung Pulang Setelah Mengantar Pesanan
Pada Rabu, 17 Juli 2024, Riyas menjalankan aktivitas seperti biasa. Sekitar pukul 06.00 WIB, suaminya berangkat bekerja, sementara Riyas bersiap mengantarkan barang pesanan kepada pembeli.
Namun, sekitar pukul 17.30 WIB, suaminya pulang dan mendapati rumah dalam keadaan kosong.
Riyas belum kembali, sedangkan telepon genggamnya tidak dapat dihubungi.
Anak korban kemudian menyampaikan, “Ibu belum pulang”.
Selanjutnya, keluarga mencari Riyas ke rumah kerabat, rekan dagang, hingga toko tempat korban biasa mengambil barang. Akan tetapi, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
Warga Menemukan Jasad Korban di Kebun Jagung
Keesokan harinya, Kamis, 18 Juli 2024 sekitar pukul 08.00 WIB, warga menemukan sebuah sepeda motor Honda Vario di area kebun jagung di Desa Rajabasa Lama.
Motor tersebut diketahui milik Riyas.
Tak jauh dari kendaraan itu, warga menemukan sebuah karung.
Setelah membukanya, warga mendapati tubuh seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia. Keluarga kemudian memastikan bahwa korban merupakan Riyas Nuraini.
Suaminya dikabarkan langsung pingsan setelah mengetahui identitas korban.
Hasil Autopsi Menunjukkan Luka Berat
Selanjutnya, tim forensik melakukan visum dan autopsi terhadap jenazah korban.
Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka pada wajah, kepala, tangan, dan kaki akibat kekerasan.
Selain itu, tim forensik menemukan retakan pada tengkorak akibat benturan benda tumpul.
Di sisi lain, luka paling fatal berada di bagian leher. Tim forensik menemukan sayatan yang sangat dalam akibat senjata tajam hingga menyebabkan luka berat pada leher korban.
Meski demikian, penyidik menemukan perhiasan korban masih utuh.
Cincin, gelang, anting, serta sepeda motor korban tetap berada di lokasi.
Fakta tersebut membuat dugaan perampokan sebagai motif utama melemah.
Selanjutnya, Komnas Perempuan mengategorikan kasus ini sebagai dugaan femisida, yakni dugaan pembunuhan terhadap perempuan yang dipicu faktor gender, relasi kuasa, atau kekerasan seksual.
Fatayat NU dan Komnas Perempuan Mendorong Pengungkapan Kasus
Kasus kematian Riyas memicu perhatian berbagai pihak.
Pengurus Fatayat NU Lampung Timur mendampingi keluarga korban sekaligus mendorong aparat kepolisian segera mengungkap pelaku.
Selain itu, Komnas Perempuan mengingatkan bahwa kasus tersebut merupakan bagian dari persoalan kekerasan terhadap perempuan yang masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Polisi Masih Melanjutkan Penyelidikan
Hingga saat ini Polres Lampung Timur bersama Polda Lampung terus menangani perkara tersebut.
Menurut keterangan resmi kepolisian, penyidik menghadapi kendala karena minim saksi dan lokasi penemuan korban berada di kawasan yang relatif terpencil.
Selama proses penyelidikan, petugas memeriksa 62 saksi.
Selain itu, penyidik melakukan autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, hingga penelusuran rekaman CCTV dari sejumlah lokasi.
Hingga pertengahan 2025, polisi belum menetapkan tersangka maupun mengumumkan motif pembunuhan kepada publik.
Kasus Masih Menunggu Titik Terang
Kasus kematian Riyas menjadi perhatian masyarakat karena menggambarkan tantangan dalam pengungkapan tindak kekerasan terhadap perempuan, khususnya ketika penyidik menghadapi keterbatasan alat bukti dan minim saksi.
Sementara itu, keluarga korban masih menunggu perkembangan penyelidikan.
Di sisi lain, masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku sehingga kasus tersebut memperoleh kepastian hukum.
- Penulis: Chandra Prasetya
- Sumber: Lampung Eksis




