BPJS Diduga Dipakai Orang Lain, Wiwik Tercatat Meninggal
- account_circle chandra prasetya
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
- visibility 7
- print Cetak

BPJS Wiwik Diduga Digunakan Orang Lain
Lampung Selatan,INFO JATI AGUNG.COM-Orang tidak dikenal diduga menggunakan kartu BPJS Kesehatan milik Wiwik Kusumawati, warga Dusun III, Desa Kertosari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan, untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdoel Moeloek pada 2024.
Kondisi tersebut baru diketahui ketika Wiwik hendak kembali menggunakan layanan BPJS Kesehatan beberapa bulan lalu.
Namun, sistem menunjukkan status kepesertaannya tidak aktif karena mencatat Wiwik telah meninggal dunia.
Hamdani Jelaskan Riwayat Penggunaan BPJS Wiwik
Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Hamdani, mengatakan Wiwik terakhir menggunakan BPJS Kesehatan saat melahirkan anak pertamanya sekitar enam tahun lalu.
Kini, Wiwik tengah mengandung anak keduanya dan kembali membutuhkan layanan kesehatan.
“Ibu ini terakhir menggunakan BPJS saat melahirkan anak pertama enam tahun lalu. Sekarang sedang hamil anak kedua. Ketika BPJS-nya hendak digunakan beberapa bulan lalu, ternyata statusnya tidak aktif karena tercatat meninggal dunia,” kata Hamdani.
Selanjutnya, keluarga Wiwik bersama Hamdani mendatangi kantor BPJS Kesehatan untuk menelusuri penyebab perubahan status kepesertaan tersebut.
BPJS Wiwik Terkait Klaim Pelayanan Tahun 2024
Hamdani mengatakan, laporan kematian tersebut muncul dari klaim pelayanan pasien di Rumah Sakit Abdoel Moeloek pada 2024.
Menurut Hamdani, seorang pasien kecelakaan saat itu memperoleh pelayanan kesehatan dengan menggunakan data kependudukan dan BPJS milik Wiwik.
Kemudian, pasien tersebut meninggal dunia sehingga sistem ikut mencatat Wiwik meninggal.
“Pada 2024 ada pasien kecelakaan yang masuk dan menggunakan data Ibu Wiwik. Pasien tersebut kemudian meninggal dunia. Padahal, Ibu Wiwik tidak mengenal pasien itu dan tidak pernah meminjamkan data kependudukannya kepada siapa pun,” ujarnya.
Hamdani Pertanyakan Proses Verifikasi Data
Hamdani mempertanyakan bagaimana orang lain dapat menggunakan data milik Wiwik untuk memperoleh pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Selain itu, ia menyoroti proses verifikasi peserta BPJS Kesehatan yang menurutnya telah menggunakan sidik jari hingga pemindaian wajah pada 2024.
“Kami mempertanyakan bagaimana sekelas Rumah Sakit Abdoel Moeloek bisa kecolongan.“Pasien itu masuk dan mendapat penanganan, tetapi menggunakan data milik orang lain.”
Hamdani bersama keluarga Wiwik menelusuri persoalan tersebut setelah menemukan perbedaan antara kondisi Wiwik yang masih hidup dan status kepesertaan BPJS yang mencatat Wiwik telah meninggal dunia.
- Penulis: chandra prasetya




