Pancasila Jadi Perekat Persatuan Anak Muda di Era Digital
- account_circle Chandra Prasetya
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- visibility 20
- print Cetak

Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan Generasi Muda
Lampung Selatan,INFO JATI AGUNG.COM – Pancasila menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan Indonesia di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), generasi muda memegang peran strategis dalam menjaga nilai kebangsaan melalui pemanfaatan literasi digital yang bijak, cerdas, dan bertanggung jawab.
Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai informasi.
Namun, di sisi lain, arus informasi yang tidak terverifikasi juga berpotensi memicu perpecahan apabila masyarakat tidak memiliki kemampuan literasi digital yang memadai.
Pancasila Menjadi Pedoman Bermedia Sosial
Generasi muda saat ini menjadi kelompok yang paling aktif menggunakan media sosial.
Oleh karena itu, mereka perlu memahami nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam berinteraksi di ruang digital.
Selain itu, pemahaman literasi digital membantu anak muda memilah informasi yang benar, menghindari penyebaran hoaks, serta menjaga etika dalam berkomunikasi.
Dengan demikian, mereka dapat menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif.
Literasi Digital Perkuat Persatuan Indonesia
Literasi digital tidak hanya mengajarkan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar.
Karena itu, generasi muda perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecah persatuan bangsa.
Di samping itu, anak muda juga dapat memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan konten positif, memperkuat toleransi, dan memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
Peran Anak Muda dalam Menjaga Persatuan
Pemimpin Redaksi InfoJatiAgung.com, Chandra Prasetya, menilai generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan bangsa di era digital.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus menjadi sarana untuk memperkuat nilai kebangsaan, bukan menjadi alat yang memicu perpecahan.
“Anak muda saat ini hidup di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, mereka harus memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar mampu menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang dapat memecah persatuan bangsa. Saya meyakini Pancasila tetap menjadi pedoman utama dalam menjaga Indonesia yang beragam agar tetap bersatu,” ujar Chandra.
Selain itu, Chandra mengajak generasi muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan informasi positif, membangun toleransi, dan memperkuat semangat gotong royong.
Menurutnya, setiap konten yang edukatif dan bermanfaat dapat menjadi kontribusi nyata dalam menjaga persatuan Indonesia.
“Kita harus menjadikan ruang digital sebagai tempat yang sehat, produktif, dan penuh semangat persaudaraan. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.
Pancasila Tetap Relevan di Era Modern
Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya nilai gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh sebab itu, generasi muda perlu mengembangkan kemampuan digital sekaligus memegang teguh nilai-nilai Pancasila.
Dengan langkah tersebut, generasi muda dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, inklusif, dan tetap bersatu di tengah keberagaman.
- Penulis: Chandra Prasetya



