Ansor Jati Agung Gelar Konferancab, Tiga Kandidat Muncul
- account_circle chandra prasetya
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- visibility 5
- print Cetak

Ansor Jati Agung Sambut Konferancab, Perhatian Kader Menguat
Lampung Selatan,INFO JATI AGUNG.COM – Ansor Jati Agung bersiap menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) pada Sabtu malam Ahad (25/4/2026). Momentum ini menarik perhatian kader dan masyarakat, khususnya warga Nahdliyin kultural yang mulai menyoroti peran organisasi tersebut.
Namun demikian, di tengah persiapan Konferancab, muncul pertanyaan yang kerap terdengar di masyarakat, yakni “Apa itu GP Ansor?”. Pertanyaan ini menunjukkan masih adanya kebutuhan pemahaman terkait fungsi dan peran organisasi kepemudaan di bawah Nahdlatul Ulama tersebut.
Ansor Jadi Wadah Pemuda Nahdlatul Ulama
Gerakan Pemuda Ansor menjadi badan otonom Nahdlatul Ulama yang mewadahi pemuda untuk berhimpun, berproses, dan berkhidmat. Selain itu, organisasi ini membentuk kader dengan komitmen keislaman, kebangsaan, serta kepedulian sosial.
Tidak hanya itu, Ansor juga aktif menjalankan berbagai kegiatan di tengah masyarakat. Organisasi ini menggerakkan kegiatan sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan berbasis Ahlussunnah wal Jamaah.
Ansor Berakar dari Sejarah Panjang
Sejarah Ansor bermula dari organisasi Syubbanul Wathan yang berdiri pada 1924. Organisasi tersebut kemudian berkembang hingga menjadi Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).
Baca Juga : Muslimat NU Jati Agung Gelar Pengajian Triwulan di Sidodadi
Selanjutnya, pada 14 Desember 1949, organisasi ini resmi menggunakan nama Gerakan Pemuda Ansor. Nama “Ansor” sendiri diambil dari sebutan sahabat Nabi Muhammad SAW di Madinah yang dikenal sebagai penolong perjuangan Islam.
Filosofi tersebut terus menjadi dasar gerakan Ansor hingga kini, yakni menjadi pelopor, penolong, dan penjaga nilai-nilai agama.
Ansor Hadir Lewat Aksi Nyata
Dalam perjalanannya, Ansor tidak hanya berkembang secara historis, tetapi juga aktif di tengah masyarakat. Organisasi ini menjalankan kaderisasi, pengabdian sosial, hingga pengamanan kegiatan keagamaan melalui Banser.
Selain itu, Ansor juga berperan sebagai jembatan antara nilai tradisi keislaman dengan dinamika kehidupan pemuda masa kini.
Tiga Kandidat Ketua Mulai Mengemuka
Menjelang Konferancab, sejumlah kader mulai menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon ketua masa khidmat 2026–2029.
Tercatat tiga nama yang siap mengikuti kontestasi, yaitu Waryanto dari Desa Margo Lestari, Faisal Wahyudin dari Desa Margo Rejo, dan Uhibbuddin Al Haqq dari Desa Gedung Agung.
Ketiganya merupakan kader aktif yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta komitmen untuk berkembang. Selain itu, masing-masing kandidat membawa latar belakang dan gagasan yang berbeda.
Konferancab Jadi Momentum Strategis Ansor
Konferancab tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi. Forum ini juga menjadi momentum strategis untuk menentukan arah gerakan di tingkat kecamatan.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat konsolidasi kader, memperluas jaringan, serta menjadi ruang refleksi di tengah masyarakat.
Tantangan dan Harapan Ansor ke Depan
Ansor Jati Agung memiliki potensi besar dalam pengembangan kader, terutama dengan banyaknya pesantren di wilayah tersebut. Namun demikian, organisasi ini tetap menghadapi tantangan dalam menjangkau pemuda di luar lingkungan pesantren.
Karena itu, Ansor perlu bersikap lebih adaptif dan inklusif. Selain itu, organisasi ini juga perlu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Momentum Masyarakat Mengenal Ansor
Konferancab menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk lebih mengenal Ansor. Dari yang sebelumnya belum memahami, masyarakat dapat mulai mengenal peran dan fungsi organisasi ini.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam kegiatan kepemudaan dan sosial yang dijalankan.(Chandra Prasetya)
- Penulis: chandra prasetya

