Rembuk Tani Lampung Selatan, Pangdam Hadiri Forum
- account_circle chandra prasetya
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- visibility 22
- print Cetak

Rembuk Tani Lampung Selatan Bahas Ketahanan Pangan
Lampung Selatan,INFO JATI AGUNG.COM– Rembuk Tani Lampung Selatan menghadirkan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi dalam forum yang mempertemukan pemerintah dan petani, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini membahas pupuk subsidi, harga gabah, irigasi, dan target swasembada pangan nasional berkelanjutan.
Rembuk Tani Satukan Pemerintah dan Petani
Panitia menggelar kegiatan di Lapangan Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Sekitar 300 peserta mengikuti forum tersebut.
Selain itu, panitia mengusung tema “Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan.” Tema tersebut menegaskan fokus pemerintah pada sektor pertanian nasional.
Kegiatan ini menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama sejumlah pejabat pusat, daerah, serta unsur TNI dan Polri.
Rangkaian Acara Berlangsung Tertib
Panitia membuka acara secara resmi, kemudian peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, panitia melanjutkan audiensi terkait kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi.
Selanjutnya, Menko Bidang Pangan memimpin sesi bersama Direksi PT Pupuk Indonesia dan Bupati Lampung Selatan. Peserta kemudian mengikuti sesi tanya jawab untuk menyampaikan aspirasi.
Panitia juga menyerahkan bantuan pupuk non-subsidi secara simbolis kepada perwakilan penerima. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dalam suasana tertib dan antusias.
Pemerintah Tingkatkan Penyaluran Pupuk
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi menjelaskan upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pupuk. Ia menyebut pemerintah terus meningkatkan volume pupuk subsidi setiap tahun.
Menurutnya, penyaluran pupuk subsidi meningkat dari 6 juta ton menjadi 9,5 juta ton per tahun. Kenaikan sebesar 3,5 juta ton tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian.
Selain itu, ia menegaskan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, dan Polri penting untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Rembuk Tani Soroti Harga Gabah dan Irigasi
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan kehadirannya untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai arahan Presiden.
Ia menekankan pentingnya distribusi pupuk yang lancar serta harga gabah yang stabil. Menurutnya, kedua hal tersebut sangat menentukan kesejahteraan petani.
“Harga gabah harus sesuai dengan ketetapan pemerintah, yakni Rp6.500. Selain itu, irigasi harus berjalan baik karena sangat berpengaruh terhadap hasil panen,” ujar Zulkifli Hasan.
Apresiasi Dukungan TNI dalam Rembuk Tani
Zulkifli Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada TNI atas dukungan dalam program ketahanan pangan nasional. Ia menilai TNI aktif mendukung pelaksanaan program di berbagai daerah.
Kehadiran Pangdam XXI/Radin Inten dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI dalam memperkuat sinergi lintas sektor.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan TNI memberikan dampak positif bagi petani di lapangan.
Rembuk Tani Jadi Wadah Aspirasi Petani
Rembuk Tani memiliki peran strategis sebagai wadah komunikasi langsung antara petani dan pemerintah. Melalui forum ini, petani dapat menyampaikan persoalan pupuk, irigasi, dan produksi.
Di sisi lain, pemerintah dapat menyerap aspirasi secara langsung sehingga kebijakan lebih tepat sasaran. Pendekatan dialogis ini memperkuat pembangunan sektor pertanian.
Jika distribusi pupuk berjalan lancar, irigasi berfungsi optimal, dan harga gabah stabil, produktivitas pertanian akan meningkat dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pejabat Hadiri Rembuk Tani Lampung Selatan
Kegiatan ini juga dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi, serta Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki.
Sejumlah pejabat TNI-Polri dan pemerintah daerah turut hadir. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong swasembada pangan nasional.(Chandra Prasetya)
- Penulis: chandra prasetya



