Koperasi Lampung Didorong Jadi Motor Ekonomi Daerah
- account_circle chandra prasetya
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

Koperasi Lampung Perkuat Ekonomi Lewat Dukungan Pemerintah
Lampung Timur,INFO JATI AGUNG.COM— koperasi di Provinsi Lampung terus mendapat dorongan sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui dukungan pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam akses permodalan, pemasaran, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Pemprov Lampung Apresiasi Dukungan Kementerian
Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Koperasi dalam penguatan sektor koperasi. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan hal itu saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah di Koperasi Agro Mulyo Lestari, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Marga Sekapung, Lampung Timur, Senin 4 Mei 2026.
Selain itu, Jihan menilai dukungan tersebut berhasil mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah seperti Alpukat Siger hingga mampu menembus pasar internasional.
“Pemprov Lampung siap memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membuka akses pasar ekspor bagi komoditas unggulan daerah,” ujar Jihan.
Sinergi Lintas Instansi untuk Perluas Pasar
Selanjutnya, Pemprov Lampung memperkuat sinergi dengan berbagai instansi seperti Badan Standardisasi Nasional, Ditjen Bea Cukai, dan Ditjen Perdagangan Luar Negeri. Langkah ini bertujuan memberikan pendampingan serta sosialisasi kepada koperasi di berbagai sektor.
Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan pengembangan komoditas lain seperti kakao dan nanas, khususnya di wilayah Lampung Timur.
Akademisi Dilibatkan dalam Riset Pertanian
Di sisi lain, Pemprov Lampung menggandeng kalangan akademisi untuk memperkuat sektor pertanian berbasis riset. Perguruan tinggi seperti ITERA dan Universitas Lampung akan berperan dalam penelitian perlindungan tanaman.
“Perguruan tinggi seperti ITERA dan Universitas Lampung akan dilibatkan untuk melakukan riset, terutama terkait proteksi hama pertanian, sehingga mampu memberikan solusi konkret bagi petani,” jelasnya.
Pemerintah Perkuat Peran Koperasi Nasional
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi nasional sekaligus mendukung swasembada pangan.
“Pemerintah hadir untuk mendampingi dan melayani koperasi, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada pangan,” kata Farida.
Lebih lanjut, Farida menjelaskan bahwa pemerintah mendorong koperasi masuk ke sektor produksi, distribusi, hingga industri agar mampu bersaing di pasar nasional.
Tiga Tantangan Utama
Menurut Farida, koperasi masih menghadapi tiga tantangan utama, yaitu akses permodalan, pemasaran, dan kualitas SDM. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pengelolaan koperasi yang profesional agar mampu menarik minat mitra usaha atau off taker.
Dalam hal pembiayaan, Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) menyediakan akses pinjaman khusus bagi koperasi.
Penguatan Ekosistem Pemasaran
Selain pembiayaan, pemerintah juga membangun ekosistem pemasaran melalui pembentukan 131 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lampung Timur.
KDKMP berfungsi sebagai etalase modern bagi produk unggulan daerah seperti alpukat siger, kakao, serta produk UMKM seperti tapis dan batik.
“Koperasi harus menjadi pusat produksi sekaligus memiliki jalur distribusi dan etalase sendiri, sehingga mampu menjadi pengendali ekonomi nasional berbasis desa,” tegasnya.
LPDB Siap Dampingi ke Pasar Global
Di akhir, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendampingi koperasi agar memiliki daya saing hingga tingkat global.
“Kami siap mendampingi koperasi hingga mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal dan regional, tetapi juga internasional,” pungkas Ari.(Chandra Prasetya)
- Penulis: chandra prasetya



