Harimau Sumatera Lahir di Lembah Hijau Lampung Tahun 2026
- account_circle Erix Firmansyah
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 19
- print Cetak

Kelahiran Pertama Satwa Langka Kategori Ex Situ di Provinsi Lampung
Lampung Selatan, INFO JATI AGUNG.COM – Dunia konservasi merayakan kelahiran dua ekor anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Lembaga Konservasi (LK) Lembah Hijau Lampung pada 14 Februari 2026.
Sepasang anak harimau tersebut lahir dari hasil perkawinan Kyai Batua (jantan) dan Sinta (betina). Peristiwa bersejarah ini sekaligus menjadi catatan kelahiran pertama satwa tersebut untuk kategori ex situ atau di luar habitat alami di wilayah Lampung.
Kisah Haru Induk Harimau Korban Jerat Pemburu
Induk jantan bernama Kyai Batua merupakan penyintas jerat pemburu liar asal Lampung Barat yang harus kehilangan kaki kanan depannya melalui amputasi pada 2019. Sementara itu, induk betina Sinta juga mengalami nasib serupa akibat jerat pemburu di Bengkulu hingga kehilangan kaki kanan belakangnya.
Meskipun kedua induk memiliki cacat fisik permanen, mereka mampu membuktikan keberhasilan reproduksi satwa langka tersebut di bawah perawatan intensif. Kelahiran dua anak Harimau ini memberikan harapan baru bagi upaya pelestarian satwa yang kini terancam punah.
Program Konservasi Global Species Management Plan
Komisaris LK Lembah Hijau Lampung, M. Irwan Nasution menjelaskan bahwa perkawinan pasangan ini merupakan bagian dari program Kementerian Kehutanan melalui Global Species Management Plan (GSMP). Kerja sama dengan Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) ini bertujuan menambah populasi dan menjaga cadangan genetik satwa.
“Kelahiran dua anak harimau ini menjadi bukti keberhasilan program konservasi Harimau Sumatera di LK Lembah Hijau Lampung,” ujar Irwan pada Senin (4/5/2026).
Dukungan Fasilitas Mirip Habitat Alami
Pihak pengelola telah menyiapkan sarana dan prasarana khusus untuk mendukung tumbuh kembang anak satwa tersebut. Kandang tempat tinggal didesain sedemikian rupa agar menyerupai kondisi habitat asli di hutan belantara.
Selanjutnya, tim medis dan pengelola konservasi melakukan pemantauan ketat guna memastikan kesehatan induk dan anak-anaknya. Irwan menegaskan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara pemerintah, tim rescue, dan tenaga medis ahli.
Sarana Edukasi dan Pelestarian Satwa Liar
Kelahiran ini sekaligus menjadi sarana edukasi penting bagi masyarakat mengenai bahaya jerat pemburu liar bagi ekosistem.
LK Lembah Hijau Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat program perlindungan Harimau Sumatera secara berkelanjutan. Oleh karena itu, dukungan dari BKSDA dan Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menjadi sangat krusial. Harapannya, populasi kucing besar ini terus berkembang dengan baik demi menjaga keseimbangan alam Lampung. (Erix Firmansyah)
- Penulis: Erix Firmansyah



