Beranda / Update Jati Agung / Campak Meningkat, Puskesmas Banjar Agung Perketat Prokes

Campak Meningkat, Puskesmas Banjar Agung Perketat Prokes

Puskesmas Banjar Agung Imbau Warga Waspada Penularan Campak

Lampung Selatan,INFO JATI AGUNG.COMPuskesmas Rawat Inap Banjar Agung  Kecamatan Jati Agung mengeluarkan pengumuman resmi terkait meningkatnya kasus penyakit campak (measles) di wilayah tersebut. Pihak kesehatan menekankan bahwa penularan virus ini terjadi melalui percikan ludah (droplet) dan kontak dekat antarwarga. Oleh karena itu, tenaga medis meminta masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan guna melindungi anak-anak dari risiko infeksi yang berbahaya.

  • Larangan Mencium Bayi dan Balita Selama Silaturahmi

Pihak Puskesmas secara tegas melarang warga untuk mencium bayi dan balita saat melakukan kegiatan silaturahmi. Selain itu, petugas kesehatan meminta orang tua agar tidak membiarkan anak mereka berpindah-pindah tangan atau digendong secara bergantian oleh orang lain. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus campak yang saat ini tengah menunjukkan tren kenaikan kasus di Lampung Selatan.

  • Edukasi Pencegahan Melalui Kontak Fisik yang Terbatas

Petugas kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar menghindari menyentuh bagian wajah, tangan, dan area mulut anak. Melalui imbauan resmi tersebut, Puskesmas Banjar Agung menyatakan: “Bayi & balita mohon TIDAK DICIUM, TIDAK DIPEGANG atau DIGENDONG BERGANTIAN, Hindari menyentuh wajah, tangan, dan area mulut anak.” Masyarakat dapat memindai kode QR yang tersedia pada poster resmi untuk mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai gejala dan pencegahan penyakit ini.

  • Layanan Informasi dan Konsultasi Kesehatan Masyarakat

Selanjutnya, warga yang membutuhkan informasi tambahan dapat menghubungi nomor layanan resmi di 0813 7997 1615. Puskesmas Rawat Inap Banjar Agung juga aktif membagikan perkembangan terkini melalui akun media sosial Instagram @pkm_banjaragung_lampungselatan. Sinergi antara fasilitas kesehatan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka penyebaran penyakit menular ini secara efektif.(Chandra Prasetya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *