Sinergi Lintas Program Pantau Kesehatan Warga Sidodadi Asri
Lampung Selatan, INFO JATI AGUNG.COM-Kusta menjadi salah satu perhatian serius dalam kunjungan lapangan yang petugas Puskesmas Rawat Inap Banjar Agung laksanakan di Dusun 1, Desa Sidodadi Asri.Kolaborasi Promkes, Pj program penyakit menular, dan bidan desa ini bertujuan memutus rantai penularan di masyarakat.
Kolaborasi Tim Kesehatan di Lapangan
Dalam kunjungan tersebut, Ns. Andi Marniati, S.Kep., selaku Pj Promkes sekaligus Pj Hepatitis, memimpin kegiatan kunjungan kepada warga. Ia bekerja sama dengan Ns. Siti Juariah, S.Tr.Kep., yang menjabat sebagai Pj Kusta dan Frambusia, serta Irma Metriana, M.ST., selaku Bidan Desa Sidodadi Asri yang menguasai kondisi wilayah Dusun 1 tersebut.
Pemantauan Pasien Pasca Pengobatan
Andi Marniati menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memantau pasien yang telah menyelesaikan masa pengobatan dari rumah sakit. Meskipun hasil laboratorium menunjukkan status negatif, pihak puskesmas tetap mewajibkan pemantauan jangka panjang untuk mengantisipasi adanya gejala sisa atau penularan baru selama lima tahun ke depan.
“Justru makanya kita kunjungan karena dia sudah hasil dari rumah sakit. Kustanya itu sudah selesai pengobatan. Tinggal pemantauan selama 5 tahun ini kita pantau saja keluarga suruhan tahu mantannya apa ya dia takut ada apa keluarganya tertular atau dia bergejala,” ujar Andi Marniati saat wawancara dengan Jurnalis Info Jati Agung.com.

Edukasi Gejala dan Penularan Bakteri
Selain memantau kondisi fisik pasien, tim kesehatan memberikan pemahaman mengenai perbedaan penyakit ini dengan penyakit kulit lainnya. Andi Marniati meminta warga mewaspadai bercak kulit tanpa rasa sakit atau mati rasa.
“Awalnya dia bercak-bercak seperti panu, kemudian dia mati rasa. Nah itu perbedaannya kalau dia kusta itu dipegang mati rasa. Enggak rasa,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa penularan terjadi melalui bakteri di udara saat daya tahan tubuh seseorang sedang menurun, mirip dengan pola penularan virus lainnya.
Sosialisasi PHBS dan Kemandirian Berobat
Melalui integrasi layanan primer, petugas mengimbau masyarakat untuk proaktif memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Andi Marniati bersama tim mendorong penerapan PHBS dan Germas di seluruh wilayah kerja Puskesmas Banjar Agung.
“Diharapkan semua warga untuk sadar bahwa untuk berperilaku hidup bersih dan sehat itu yang 1, yang 2 sadar untuk mandiri mandirinya apa mandiri untuk berobat ke layanan kesehatan. Jangan menunggu,” pungkas Andi Marniati menutup sesi wawancara tersebut”.


































