Skandal Tambang Emas Way Kanan: Permahi Lampung Colek Mabes Polri!
- account_circle Erix Firmansyah
- calendar_month Senin, 27 Apr 2026
- visibility 16
- print Cetak

Tri Rahmadona Sebut Kasus Tambang Ilegal Jalan di Tempat
Way Kanan, INFO JATI AGUNG.COM — Kabar mengejutkan datang dari Permahi Lampung yang secara vokal mempertanyakan keseriusan penegakan hukum dalam kasus tambang emas ilegal di Way Kanan. Mereka menilai penanganan perkara ini seolah “jalan di tempat” dan penuh dengan tanda tanya besar.
Ketua Permahi Lampung, Tri Rahmadona, bahkan menantang Polda Lampung untuk segera menunjukkan perkembangan nyata kepada publik. Menurutnya, penetapan tersangka tanpa adanya penahanan resmi hanyalah sebuah formalitas yang tidak memberikan efek jera bagi para pelaku perusak lingkungan di Bumi Ruwa Jurai.
Menanti Nyali Polisi Bongkar Penadah Kelas Kakap
Salah satu poin paling krusial yang Permahi Lampung soroti adalah keberadaan penadah emas ilegal yang masih bebas berkeliaran. Tri secara spesifik menyebut inisial JSR, seorang pemilik toko emas yang diduga kuat menjadi aktor penting dalam menampung hasil kerukan ilegal tersebut.
Namun demikian, hingga detik ini pihak kepolisian belum menetapkan status hukum yang jelas terhadap oknum pengusaha tersebut. Kelalaian ini memperkuat dugaan masyarakat bahwa hukum hanya tajam kepada pekerja kecil di lapangan, tetapi tumpul saat berhadapan dengan pemilik modal besar.
Pusaran Oknum Partai Politik dalam Jaringan Tambang
Kabar ini semakin panas karena Permahi Lampung mengendus adanya keterlibatan oknum anggota partai politik dalam jaringan bisnis gelap tersebut. Tri Rahmadona menjelaskan bahwa kekuatan politik inilah yang diduga menjadi penghambat utama proses penyidikan di tingkat daerah.
Oleh karena itu, ia mendesak Mabes Polri untuk segera turun tangan melakukan intervensi langsung guna membersihkan pusaran mafia tambang tersebut. Kehadiran tim dari Jakarta sangat masyarakat butuhkan agar proses hukum berjalan tanpa intervensi kepentingan kekuasaan maupun kelompok tertentu.
Baca juga : Persoalan Korupsi Darurat Agraria Lampung Jadi Sorotan Tri Rahmadona
Jangan Biarkan Rakyat Hanya Jadi Penonton Ketidakadilan
Selanjutnya, Tri menegaskan bahwa rakyat Lampung tidak boleh hanya menjadi penonton saat kekayaan alamnya dikeruk secara ilegal oleh segelintir oknum.
Permahi Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas ke akar-akarnya. Jika Mabes Polri tidak segera bertindak tegas, maka dikhawatirkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian akan mencapai titik terendah.
Dengan demikian, pengambilalihan kasus oleh pusat merupakan solusi mutlak untuk membuktikan bahwa negara benar-benar hadir untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
Komitmen Mengawal Sampai Aktor Intelektual Masuk Sel
Sebagai penutup, Tri Rahmadona berjanji tidak akan berhenti menyuarakan kebenaran ini sampai seluruh aktor intelektual mendekam di balik jeruji besi. Ia meminta masyarakat untuk terus memantau setiap perkembangan informasi agar tidak ada celah bagi para mafia untuk meloloskan diri.
Permahi Lampung percaya bahwa transparansi adalah kunci utama dalam memenangkan pertempuran melawan korupsi dan tambang ilegal. Hanya dengan langkah nyata yang jujur, seluruh lapisan warga dapat kembali menghormati dan menegakkan martabat hukum di Provinsi Lampung. (Erix Firmansyah)
- Penulis: Erix Firmansyah



