Anjau Silau Satukan Puluhan Kesebatinan di Way Lima
- account_circle chandra prasetya
- calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
- visibility 6
- print Cetak

Anjau Silau Jadi Bagian Pernikahan Dalom di Pesawaran
Pesawaran,INFO JATI AGUNG.COM— Anjau Silau kembali mempertemukan puluhan kesebatinan dalam kegiatan adat Muli Mekhanai Gedung Balak Mandawasa yang berlangsung di Desa Pekondoh Gedung, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Senin (15/6/2026).
Kesebatinan Gedung Balak Mandawasa menggelar kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian pernikahan Dalom, pemegang tahta tertinggi dalam struktur adat Lampung Saibatin.
Tradisi Anjau Silau menjadi momen penting dalam adat Lampung Saibatin. Karena itu, masyarakat hanya menggelar tradisi tersebut saat berlangsungnya pernikahan Dalom dan tidak menyelenggarakannya setiap tahun.
Puluhan Kesebatinan Hadiri Prosesi Adat
Panitia menghadirkan lebih dari 40 kesebatinan dari berbagai wilayah dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, sekitar 500 masyarakat dan tamu undangan turut menyaksikan jalannya prosesi adat.

Para penyimbang adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda juga hadir dalam acara tersebut.
Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya hubungan kekeluargaan sekaligus penghormatan terhadap warisan budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Tampilkan Beragam Tradisi Khas Lampung
Selanjutnya, panitia menampilkan berbagai rangkaian adat yang sarat makna dan nilai kebersamaan. Mereka menampilkan tari penyambutan, tari khas Badak, prosesi lempar selendang, serta sejumlah tradisi adat lainnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjalankan prosesi adat, tetapi juga memperkuat identitas budaya Lampung di tengah perkembangan zaman.

Pererat Silaturahmi dan Wariskan Nilai Budaya
Selain menjadi bagian dari prosesi pernikahan adat, Anjau Silau juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarkesebatinan.
Di sisi lain, kegiatan tersebut memperkuat nilai-nilai adat, penghormatan kepada leluhur, dan semangat persatuan yang terus diwariskan kepada generasi muda.
Nabil Leofahmi selaku Dokumentasi Internal kegiatan mengatakan bahwa acara tersebut memberikan pengalaman berharga sekaligus menunjukkan kekayaan budaya Lampung yang masih terjaga hingga saat ini.
“Anjau Silau bukan hanya sebuah tradisi adat, tetapi juga ruang pertemuan yang mempererat hubungan antarkesebatinan dan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat melihat bagaimana budaya Lampung tetap hidup, dihormati, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Harapannya, tradisi ini semakin dikenal luas sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, semakin bangga terhadap identitas budayanya sendiri,” ujarnya.
Budaya Lampung Tetap Terjaga
Keberlangsungan kegiatan adat seperti Anjau Silau Muli Mekhanai Gedung Balak Mandawasa menunjukkan bahwa budaya Lampung masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat.
Selain menjaga nilai-nilai leluhur, tradisi tersebut juga menjadi media edukasi budaya yang memperkenalkan kekayaan adat Lampung kepada masyarakat yang lebih luas.
- Penulis: chandra prasetya



