Beranda / Kabar Desa / PPTDFN Lampung Integrasikan Pendidikan Agama dan Teknologi

PPTDFN Lampung Integrasikan Pendidikan Agama dan Teknologi

Inovasi Pendidikan Islam di Jati Agung Lampung Selatan

Lampung Selatan, INFO JATI AGUNG.COM– PPTDFN atau Pondok Pesantren Tribakti Darul Falah Nidhomuttholibin kini menjadi pusat pendidikan Islam yang menggabungkan nilai salaf dengan kemajuan teknologi modern. Lembaga yang terletak di Desa Sidodadi Asri, Kecamatan Jati Agung ini fokus membentuk karakter santri yang bertaqwa sekaligus memiliki keterampilan hidup (life skills). Pimpinan pesantren, Gus Zami, menegaskan bahwa agama harus mampu mengiringi perkembangan zaman tanpa mengubah substansi hukumnya.

  • Sejarah Singkat dan Pengesahan Operasional

Cikal bakal pesantren ini bermula dari aktivitas pengajian anak-anak pada tahun 2017 sebelum akhirnya pindah ke lokasi saat ini. Pemerintah memberikan pengesahan operasional resmi pada tahun 2021 untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang semakin berkembang. Pihak pengelola terus membangun fasilitas permanen, termasuk asrama putra dan putri, guna menampung santri yang mulai ramai sejak tahun 2019.

  • Fasilitas Modern dan BLK Komunitas

Pesantren ini menyediakan fasilitas unggulan berupa Gedung BLK TIK dari Kemenaker RI untuk membekali santri dengan kemampuan teknologi informasi. Ruang belajar di tingkat SMP bahkan telah menggunakan Smart TV sebagai papan tulis elektronik dan fasilitas ruang ber-AC. Gus Zami menjelaskan, Fasilitas pendidikan memang mengacu kepada modern menggunakan Smart TV.

  • Program Beasiswa Pendidikan Tinggi

PPTDFN menjalin jaringan luas dengan berbagai perguruan tinggi di Lampung untuk menjamin masa depan santri melalui program beasiswa penuh. Santri yang memenuhi syarat dapat melanjutkan kuliah tanpa tes di kampus mitra seperti STKIP dan Universitas Malahayati. Selain biaya pendidikan nol rupiah, santri juga menerima uang saku sebesar 5 juta rupiah setiap semester atau 10 juta rupiah per tahun.

  • Menghadapi Tantangan Era Kecerdasan Buatan

Pengelola pesantren mendorong santri untuk tidak menutup diri dari kemajuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Gus Zami menekankan pentingnya santri menjadi penyaring sekaligus pelaku dalam perkembangan zaman yang semakin canggih.(Chandra Prasetya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *