Korban Jalan Berlubang di Tubaba, Keluarga Karim Terima Bantuan
- account_circle chandra prasetya
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 36
- print Cetak

Keluarga Korban Jalan Berlubang Terima Bantuan dari Warga Tubaba
TUBABA,INFO JATI AGUNG.COM-Korban jalan berlubang di Tulang Bawang Barat (Tubaba), Karim, yang meninggal dunia akibat kecelakaan di ruas jalan depan Puskesmas Panaragan Jaya, mendapat perhatian dari masyarakat.
Sejumlah warga yang mengatasnamakan Masyarakat Tubaba Peduli Korban Jalan Berlubang menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai kepada keluarga almarhum pada Jumat (30/05/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Shaleh, warga Gunung Katun, dan Wawan Hidayat, warga Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Keduanya hadir mewakili masyarakat Tubaba yang turut berduka atas musibah yang menimpa keluarga Karim.
Korban Tinggalkan Istri dan Dua Anak
Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Parida serta dua anak yang masih berusia kecil.
Selain kehilangan suami dan ayah, keluarga korban juga mengalami luka akibat kecelakaan tersebut.
Parida mengalami luka pada bagian mata dan pelipis serta harus menjalani jahitan di bawah mata sebelah kanan.
Sementara itu, kedua anaknya mengalami benturan pada bagian pelipis dan masih menjalani proses pemulihan.
Warga Tubaba Tunjukkan Solidaritas Sosial
Shaleh menegaskan bahwa masyarakat memberikan bantuan sebagai bentuk empati kepada keluarga korban yang tengah menghadapi cobaan berat.
“Kami datang membawa amanah dari masyarakat yang turut merasakan kesedihan keluarga almarhum Karim. Tidak ada yang dapat menggantikan kehilangan seorang suami dan ayah bagi keluarga ini. Namun kami ingin menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang sedang mereka hadapi dan menjadi penguat bahwa masih banyak masyarakat yang peduli,” ujar Shaleh.
Selain itu, Shaleh berharap bantuan tersebut dapat memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Jalan Rusak Harus Jadi Perhatian Serius
Sementara itu, Wawan Hidayat menegaskan bahwa musibah yang menimpa Karim harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama terkait keselamatan pengguna jalan.
“Hari ini kita berduka karena satu nyawa telah hilang. Di balik angka statistik kecelakaan, ada keluarga yang kehilangan tulang punggung, ada istri yang harus menahan luka fisik dan batin, serta ada anak-anak kecil yang kehilangan sosok ayahnya. Kami berharap tragedi ini menjadi alarm kemanusiaan bagi semua pihak agar persoalan jalan rusak tidak dianggap sebagai hal biasa. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas yang tidak boleh ditunda,” tegas Wawan Hidayat.
Karena itu, ia meminta semua pihak untuk menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
Istri Korban Sampaikan Terima Kasih
Di hadapan warga yang hadir, Parida menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada keluarganya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat yang sudah peduli kepada keluarga kami. Bantuan dan perhatian ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi yang sedang kami alami. Semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah diberikan,” ucap Parida dengan haru.
Menurutnya, kepedulian masyarakat memberikan kekuatan bagi keluarganya untuk menghadapi masa sulit setelah kepergian Karim.
Imbau Pengguna Jalan Lebih Berhati-hati
Selain menyampaikan apresiasi, Parida juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara mengingat masih banyak ruas jalan di Tulang Bawang Barat yang mengalami kerusakan.
“Saya berharap kepada semua pengguna jalan untuk lebih berhati-hati. Jangan sampai ada lagi keluarga lain yang merasakan kehilangan seperti yang kami alami. Kepada pemerintah, saya berharap agar jalan-jalan yang rusak segera diperbaiki sebelum muncul korban-korban berikutnya. Kami tidak ingin ada keluarga lain yang mengalami nasib seperti keluarga kami,” harapnya.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung sederhana namun penuh empati.
Kehadiran warga menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang masih kuat di tengah masyarakat Tubaba untuk saling menguatkan saat menghadapi musibah.
- Penulis: chandra prasetya



