Itera Luncurkan Smart BRT Rute MBK Guna Urai Kemacetan Lampung
- account_circle Erix Firmansyah
- calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
- visibility 9
- print Cetak

Itera Kembangkan Transportasi Modern Berbasis Teknologi AI
Lampung Selatan, INFO JATI AGUNG.COM – Itera resmi meluncurkan Smart Bus Rapid Transit (BRT) rute Itera – Mall Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung pada Selasa (28/4/2026).
Rektor Itera, I Nyoman Pugeg Aryantha, menyebut moda transportasi massal ini sebagai langkah awal pengembangan sistem transportasi modern berbasis teknologi di Provinsi Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus ini bertujuan untuk menjawab persoalan kemacetan akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya.
Inovasi Teknologi Internet of Things pada Operasional Bus
I Nyoman Pugeg Aryantha menjelaskan bahwa program ini berfungsi sebagai sarana pembelajaran sekaligus riset di bidang transportasi massal. Pihak kampus mendukung sistem operasional BRT dengan teknologi berbasis IT, Internet of Things (IoT), hingga kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan layanan.
“Dari sisi keberlanjutan, ini juga menjadi ajang pembelajaran penggunaan energi ramah lingkungan, karena bahan bakarnya diesel yang diarahkan ke biodiesel,” ujarnya.
Kapasitas Operasional dan Sistem Pembayaran Elektronik
Manajemen BRT menyediakan total 10 unit bus untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi sivitas akademika serta masyarakat umum. Namun, pada tahap awal ini, pihak pengelola baru mengoperasikan tiga unit bus dengan sistem pembayaran nontunai.
“Sistem pembayaran akan menggunakan kartu elektronik (e-money) dengan metode tap. Ini masih tahap awal, dari 10 bus yang ada baru tiga yang kita operasikan, tarifnya Rp 5000 per trayek atau sekali jalan,” jelasnya.
Baca juga : SNBP Lampung 2026: Jumlah Siswa Lolos Meningkat Drastis
Dukungan Pemerintah Provinsi terhadap Transformasi Transportasi
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Hukum dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, menilai kehadiran Smart BRT ini mempercepat transformasi sistem transportasi di wilayah Lampung. Beliau berpendapat bahwa pertumbuhan kendaraan pribadi yang tidak terkendali memicu polusi udara serta inefisiensi energi.
“Kalau transportasi lancar, ekonomi bergerak dan produktivitas meningkat. Sebaliknya, kemacetan justru menambah biaya dan membuang waktu masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi BPTD terhadap Kemandirian Kampus Itera
Kepala BPTD Kelas II Lampung, Jonter Sitohang, memberikan apresiasi besar karena Itera menjadi kampus pertama di Indonesia yang mengembangkan BRT secara mandiri. Beliau menekankan bahwa transportasi umum yang ideal harus memiliki indikator keandalan, jangkauan luas, serta harga yang ekonomis.
“Untuk tarif Rp5 ribu ini sudah sangat terjangkau. Tinggal bagaimana ke depan frekuensi dan rutenya diperluas,” katanya.
Harapan Peningkatan Mobilitas Masyarakat Lampung
Jonter berharap keberadaan Smart BRT ini mampu meningkatkan gairah masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Dengan teknologi yang mumpuni, layanan ini diharapkan memberikan kenyamanan lebih bagi para penggunanya.
Melalui kolaborasi ini, Itera menunjukkan peran aktifnya dalam memberikan solusi nyata terhadap permasalahan sosial dan lingkungan di tingkat provinsi. (Erix Firmansyah)
- Penulis: Erix Firmansyah

